Sinergi Kampus dan Masyarakat, STT Apollos Jakarta Hadir Membawa Dampak di Desa Karang Asam

  • Bagikan

Tamperak News – Pemalang – Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dimanfaatkan oleh Sekolah Tinggi Teologi (STT) Apollos Jakarta untuk melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Karang Asam, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Kehadiran warga kampus selama dua pekan di tengah masyarakat disambut positif oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemuda, tokoh agama, tokoh pemerintahan desa, hingga para petani. Kegiatan ini mengusung semangat sinergi kampus dan masyarakat untuk membawa dampak bagi pembangunan masyarakat.

Sejumlah kegiatan kolaboratif dilaksanakan, di antaranya workshop musik dan doa bagi kesejahteraan Kota Pemalang dalam menyongsong tahun baru, yang dipimpin oleh Raja Simbolon, M.Th., dosen musik STT Apollos Jakarta. Kegiatan ini melibatkan generasi muda dari Petarukan, Comal, dan wilayah sekitarnya, sebagai ruang pengembangan potensi sekaligus pembinaan karakter.

Selain itu, digelar seminar manajemen dan administrasi organisasi bagi tokoh-tokoh agama dan masyarakat yang dipimpin oleh Gustaf Kase, M.Th., selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik STT Apollos Jakarta. Kegiatan ini turut melibatkan mitra kampus, Hendy Kurniawan, staf manajemen Sinode GKRI, dan mendapat respons positif dari para peserta.

Mahasiswa juga terjun langsung ke sektor pertanian dengan berdialog dan beraktivitas bersama petani padi di lahan persawahan, bertepatan dengan masa panen dan persiapan tanam. Interaksi ini memberi pengalaman kontekstual sekaligus mempererat hubungan kampus dengan masyarakat akar rumput.

Rangkaian pengabdian masyarakat berlanjut dengan bekerjasama bersama aparat pemerintah dan gereja GBM Maranatha Karangasam membantu masyarakat penyandang disabilitas psikososial, kegiatan ditutup dengan olahraga bersama melalui pertandingan futsal antara mahasiswa dan pemuda Kecamatan Petarukan, yang menjadi sarana mempererat kebersamaan serta membuka ruang diskusi seputar pendidikan tinggi.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung sejak 26 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026. Program ini menjadi refleksi penting bahwa perguruan tinggi perlu terus mendorong pembelajaran berbasis praktik lapangan, agar kehadiran kampus di tengah masyarakat mampu memberi solusi nyata atas persoalan sosial dan pembangunan lokal.

Reporter: Jemrif N

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *