*Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Teologi Apollos Jakarta, Wujud Sinergi Kemanusiaan di Desa Kendalsari

  • Bagikan

Swarabhayangkara.id – Pemalang – Sekolah Tinggi Teologi (STT) Apollos Jakarta melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kendalsari, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa, 5–6 Januari 2026 ini menjadi wujud sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah desa, gereja, dan masyarakat dalam menjawab persoalan sosial dan kemanusiaan di tingkat akar rumput.

Pengabdian masyarakat tersebut difokuskan pada pendampingan keluarga Mbah Roh, warga Desa Kendalsari, yang hidup dalam kondisi memprihatinkan. Di usia senjanya, Mbah Roh harus merawat dua putranya, yakni Kudung yang mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan serta Johan yang mengalami gangguan jiwa atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Pada hari pertama kegiatan, mahasiswa STT Apollos Jakarta melakukan perawatan dasar dengan memandikan dan membersihkan Johan dan Kudung, serta membersihkan lingkungan rumah keluarga tersebut. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian nyata mahasiswa, tidak hanya dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga sebagai panggilan kemanusiaan untuk hadir dan berbagi hidup bersama masyarakat.

Memasuki hari kedua, STT Apollos Jakarta bekerja sama dengan Gereja Betel Maranatha Karang Asam yang dipimpin oleh Pdt.Teguh Pranulung, paradermawan, serta Pemerintah Desa Kendalsari untuk memfasilitasi pengiriman Johan ke Panti Sosial Mutiara Karawang. Johan selanjutnya akan menjalani tahapan pemulihan di panti sosial yang dipimpin oleh Bapak Eduart Manurung, sebagai bagian dari upaya pemulihan dan pendampingan berkelanjutan.

Proses penyerahan Johan ke panti sosial disaksikan langsung oleh Kepala Desa Kendalsari, Siswantoro, serta keluarga dekat Johan. Pemerintah desa turut memberikan dukungan berupa kendaraan operasional desa dan tambahan biaya bahan bakar guna mendukung kelancaran proses pengantaran.

Dalam keterangannya, Kepala Desa Kendalsari Siswantoro mengakui keterbatasan anggaran sosial yang dimiliki desa dalam menangani persoalan kemasyarakatan. Ia berharap ke depan pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih melalui peningkatan anggaran sosial. Meski demikian, pihaknya terus mendorong partisipasi masyarakat melalui semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

Siswantoro juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada STT Apollos Jakarta melalui Dr. Jemrif Nabunome selaku pimpinan rombongan mahasiswa, serta kepada pihak gereja dan masyarakat yang terlibat. Ia berharap sinergi antara kampus, pemerintah desa, gereja, dan masyarakat ini dapat terus berlanjut dan menjadi model kolaborasi dalam membantu warga yang membutuhkan di Desa Kendalsari.

Red/jn

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *