SwaraBhayangkara.id – Jakarta – Usai pelaksanaan pengamanan perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Silang Monas, Laskar Merah Putih (LMP) menegaskan komitmennya untuk menjaga marwah dan kehormatan Sang Saka Merah Putih. Sebanyak 1.000 personel LMP diturunkan guna mendukung aparat kepolisian dalam mengawal jalannya upacara pengibaran bendera hingga rangkaian pesta rakyat yang berlangsung meriah.
Disela sela usai acara Ketua Umum Laskar Merah Putih, HM Arsyad Cannu, menyampaikan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk pengabdian dan tanggung jawab moral organisasi terhadap bangsa dan negara. “Kami berdiri di garda terdepan untuk memastikan jalannya upacara kenegaraan serta perayaan rakyat berlangsung tertib, aman, dan penuh khidmat. Sang Merah Putih adalah simbol martabat bangsa yang wajib kita jaga bersama,” tegasnya.
Selain itu, LMP juga mengeluarkan instruksi tegas terkait larangan pengibaran bendera bergambar tokoh fiksi seperti One Piece pada momen sakral Hari Kemerdekaan. Menurut HM Arsyad Cannu, tindakan tersebut dapat mencederai nilai nasionalisme dan mengurangi kekhidmatan upacara.
“Kami mengingatkan seluruh masyarakat agar menjunjung tinggi nilai patriotisme dengan mengibarkan hanya bendera Merah Putih pada momentum bersejarah ini. Tidak boleh ada bendera lain yang mengalihkan makna dan penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan,” tegasnya lagi.
Keberadaan personel Laskar Merah Putih di Silang Monas mendapat apresiasi dari masyarakat yang merasa aman dan nyaman selama rangkaian acara berlangsung. Dengan semangat persatuan, LMP berkomitmen terus menjaga keutuhan NKRI serta mengawal nilai-nilai kebangsaan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.
Reporter: Abdul Kadir Mahmud













