SwaraBhayangkara.id – GORONTALO (25/3/2026) – Marwah profesi jurnalis di Kota Gorontalo menjadi perhatian serius kalangan legislatif. Hal ini mengemuka dalam pertemuan strategis antara Ketua DPRD Kota Gorontalo, Irwan Hunawa, SAP, dengan jajaran Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Provinsi Gorontalo.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD memberikan apresiasi terhadap agenda besar AKPERSI, khususnya pelaksanaan RAPIMNAS serta rencana Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dinilai sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme pers di daerah.
Pertemuan yang berlangsung hangat itu tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang diskusi kritis terkait kondisi pers saat ini.
Ketua DPRD menyoroti masih adanya oknum yang belum sepenuhnya menjalankan tugas jurnalistik sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
“Silaturahmi ini sekaligus menjadi ajang evaluasi.
Kami memberikan masukan karena melihat ada kecenderungan praktik jurnalisme yang mulai keluar dari koridor kode etik.
Padahal, pers merupakan pilar demokrasi yang harus dijaga integritasnya,” tegasnya di hadapan pengurus AKPERSI.
Lebih lanjut, Irwan Hunawa menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan UKW.
Menurutnya, sertifikasi kompetensi merupakan instrumen penting untuk memastikan profesi wartawan diisi oleh individu yang memiliki kapasitas dan tanggung jawab profesional.
Ia menegaskan bahwa menjadi jurnalis bukan sekadar menulis, melainkan membutuhkan keahlian khusus yang diakui secara profesional. Dengan adanya UKW, kualitas, akurasi, dan objektivitas pemberitaan diyakini akan semakin meningkat.
“Menjadi jurnalis itu tidak mudah. Ada tanggung jawab moral dan intelektual yang besar.
Ketika sudah lulus uji kompetensi, tentu kualitas penulisan akan lebih berbobot dan profesional,” ujarnya.
Di akhir pertemuan, Ketua DPRD berharap momentum RAPIMNAS UKW AKPERSI dapat menjadi titik balik bagi insan pers di Gorontalo untuk terus meningkatkan kapasitas diri.
“Ke depan, saya berharap jurnalis kita semakin profesional. Penulisan harus tajam, berimbang, dan tetap berpegang pada kode etik.
Dengan wartawan yang kompeten, penyampaian informasi kepada masyarakat akan lebih konstruktif dan berdampak positif bagi daerah,” pungkasnya.
Reporter: Yoker













