IAKN Tarutung dan STT Apollos Jakarta Teken MoU, Perkuat Pengembangan Institusi dan Program Studi

  • Bagikan

SwaraBhayangkara.id –  Jakarta – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung menjalin kerja sama dengan Sekolah Tinggi Teologi Apollos Jakarta (STTAJ) dalam rangka pengembangan institusi dan sejumlah program studi. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh pimpinan kedua lembaga, sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Penandatanganan MoU dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan “Seminar Nasional dan Workshop Manajemen Pembuatan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti”. Kegiatan ini menghadirkan 10 keynote speaker dari unsur pimpinan beberapa program studi di lingkungan IAKN Tarutung. Seluruh mahasiswa STTAJ mengikuti kegiatan tersebut, baik secara langsung (on-site) maupun daring (online).

Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Tarutung, Dr. Lasmaria Lumban Tobing, M.Pd.K, yang memimpin rombongan, menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan memberikan manfaat bagi kedua institusi. “Kerja sama MoU ini akan menguntungkan kedua belah pihak dalam pengembangan institusi ke depan. Kolaborasi ini berskala nasional karena melibatkan dua lembaga yang berada di wilayah berbeda antar pulau,” ujarnya dalam wawancara.

Ia juga menyoroti antusiasme mahasiswa selama mengikuti seminar dan workshop. Menurutnya, materi mengenai penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) penting untuk membekali calon guru Pendidikan Agama Kristen agar mampu menyusun perencanaan pembelajaran yang terstruktur dan sesuai dengan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). “Mahasiswa perlu memahami cara menyusun RPM dengan baik karena hal tersebut menjadi bagian penting dari kompetensi profesional seorang guru,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua STTAJ, Dr. Daud Alfons Pandie, M.Th., M.Mis., menyampaikan apresiasi kepada IAKN Tarutung atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kami berterima kasih kepada rombongan IAKN Tarutung yang telah memberikan seminar dan workshop yang sangat membantu kami. Materi yang disampaikan bukan hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga bagi dosen, terutama terkait metode deep learning agar proses belajar mengajar semakin berkualitas,” ujarnya dalam wawancara terpisah.

Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan visi dan misi institusi dalam meningkatkan mutu akademik serta memperkuat kapasitas program studi yang ada di STTAJ. Adapun ruang lingkup MoU mencakup pengembangan beberapa program studi, antara lain Program Studi Musik Gereja, Pendidikan Agama Kristen, Pendidikan Anak Usia Dini, Manajemen Gereja, serta sejumlah program studi lainnya yang relevan dengan kebutuhan pengembangan akademik kedua institusi.

Melalui kerja sama ini, IAKN Tarutung dan STTAJ berkomitmen untuk memperluas kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan MoU tersebut menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antarlembaga pendidikan tinggi keagamaan Kristen guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengelolaan institusi di tingkat nasional.

Reporter: Jemrif N

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *