Kuliah Umum STT Apollos Jakarta, Bahas Integrasi Iman, Ilmu, dan Kebijakan Nasional

  • Bagikan

SwaraBhayangkara.id – Jakarta, 10 April 2026 – Sekolah Tinggi Theologia Apollos menggelar kuliah umum bertema “Arah Baru Pendidikan Kristen Indonesia: Integrasi Iman, Ilmu dan Kebijakan Nasional” sebagai upaya memperluas wawasan mahasiswa dan civitas akademika terhadap dinamika pendidikan nasional.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Suwarsono S.PAK., M.M sebagai narasumber utama. Dalam kapasitasnya sebagai Direktur Pendidikan Kristen pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, ia memberikan pemaparan strategis terkait arah kebijakan pendidikan keagamaan Kristen di Indonesia.

Dalam materinya, Suwarsono menegaskan bahwa kebijakan pendidikan Kristen selaras dengan visi Kementerian Agama 2025–2029, yaitu mewujudkan masyarakat yang rukun, maslahat, dan cerdas, serta mendukung agenda nasional Asta Cita dalam memperkuat kerukunan umat beragama.

Ia juga mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 398 Sekolah Tinggi Teologi (STT) di Indonesia, dengan hanya 8 perguruan tinggi negeri. Jumlah ini menjadi potensi besar yang harus diimbangi dengan peningkatan mutu dan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.

Mengacu pada RPJMN 2025–2029, pemerintah menetapkan tiga misi utama, yakni penguatan kehidupan beragama, peningkatan akses dan kualitas pendidikan, serta tata kelola pemerintahan. Di sektor pendidikan, kebijakan difokuskan pada enam strategi utama, termasuk wajib belajar 13 tahun, penguatan STEAM, peningkatan kualitas pengajaran, dan penguatan kompetensi pendidik.

Di tingkat perguruan tinggi keagamaan Kristen, kebijakan diarahkan pada peningkatan kompetensi dosen melalui sertifikasi, penguatan riset dan pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan institusi menuju standar global. Lulusan diharapkan memiliki daya saing tinggi dengan masa tunggu kerja yang lebih singkat.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada pemerataan pendidikan di wilayah 3T melalui penguatan layanan pendidikan dari PAUD hingga SMA Teologi, guna memastikan akses pendidikan yang lebih merata.


Sementara itu, Ketua STT Apollos Jakarta Dr. Daud Alfons Pandie, M.Th., M.Mis menyoroti tantangan pendidikan Kristen di era digital, terutama terkait perubahan regulasi, kurikulum, dan tuntutan kualitas. Kegiatan ini dipandu oleh Gustf Kase, M.Th serta dihadiri ketua umum Yayasan Apollo, Pdt. Dr. Rudolf Johan Lumenta, M.Th., M.BA., M.Mis dan lebih dari 100 peserta secara luring dan daring.

Menutup paparannya, Suwarsono menegaskan bahwa pendidikan keagamaan Kristen harus menjadi bagian dari solusi bangsa dengan melahirkan generasi yang beriman, berilmu, dan mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.

Reporter: Jemrif Nabunome

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *