Momentum Paskah sebagai Pembelajaran Nyata: Mahasiswa STT Apollos Jakarta Terjun ke Desa Gumul, Latih Pengabdian Sebelum Terjun ke Masyarakat

  • Bagikan

SwaraBhayangkara.id – Klaten, Jawa Tengah – Perayaan Paskah tahun 2026 menjadi momen pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi (STT) Apollos Jakarta. Melalui kolaborasi dengan GBI Generasi Apostolik (GA) Klaten dalam kegiatan berbagi kasih di Desa Gumul, Minggu (5/4/2026), para mahasiswa mendapatkan kesempatan emas untuk mengimplementasikan ilmu dan pengabdian kepada masyarakat secara langsung sebelum nantinya terjun sepenuhnya di lapangan.


Kegiatan yang mengusung tema nasional “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” ini tidak hanya sekadar aksi sosial, tetapi juga menjadi bagian integral dari kurikulum dan pembentukan karakter mahasiswa. Terlibat dalam kegiatan ini adalah mahasiswa tingkat akhir, di antaranya Fikarnis Zebua dan Julyeo Lumepa, yang antusias mengambil bagian dalam penyaluran bingkisan Paskah kepada warga yang ditemui di jalan maupun yang sedang bekerja di ladang.

Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STT Apollos Jakarta, Dr. Jemrif Nabunome, M.Pd., menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial seperti ini sangat penting untuk memperkuat pengalaman akademik. “Ini adalah bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat sekaligus penguatan pengalaman sebelum mereka terjun ke masyarakat nantinya. Kami ingin mahasiswa tidak hanya paham teori, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan pengalaman nyata dalam melayani,” ujarnya.


Lebih jauh, Dr. Jemrif menekankan bahwa makna Paskah yang diwujudkan dalam kepedulian sosial menjadi sarana pendidikan karakter yang efektif. “Perayaan Paskah bukan hanya seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa menjadi pemimpin rohani atau pelayan di masa depan berarti harus hadir dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.

Kerjasama dengan GBI Generasi Apostolik Klaten juga dinilai memberikan pengalaman berharga dalam hal sinergi dan kerjasama lintas lembaga. Pimpinan jemaat GBI GA Klaten, Pdt. Ripka Sri Lestarih, menyambut baik partisipasi para mahasiswa ini. Kehadiran mahasiswa dari Jakarta menambah semangat bagi jemaat lokal, yang juga terlibat aktif mulai dari pengumpulan hingga penyaluran bantuan, menunjukkan bahwa pelayanan dan kepedulian sosial adalah tanggung jawab bersama yang melintasi batas wilayah dan usia.

Bagi para mahasiswa yang terlibat, kegiatan di Desa Gumul ini menjadi bekal berharga. Mereka belajar bagaimana berinteraksi dengan masyarakat, memahami kebutuhan lingkungan, dan menerapkan nilai-nilai kebaikan yang diajarkan dalam perkuliahan. Kini, mereka pulang bukan hanya dengan kenangan, tetapi dengan pengalaman yang lebih matang dan komitmen yang lebih kuat untuk menjadi agen perubahan di masyarakat. (Red/JN)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *