Merayakan HUT ke-21, YABTI Bawa Anak-anak Papua Raih Akses Pendidikan Berkualitas

  • Bagikan

SwaraBhayangkara.id – Jakarta Pusat – Tak hanya merayakan HUT ke-21 dengan tema “Keep On Fire”, Yayasan Aviasi Berkat Transformasi Indonesia (YABTI) juga menunjukkan kontribusi nyatanya dalam mengangkat derajat pendidikan anak-anak di wilayah pedalaman Papua. Yayasan ini telah merekrut dan membina anak-anak Papua dengan harapan mereka dapat kembali membangun daerah asal.

“Kami melihat bahwa akses pendidikan di sejumlah wilayah Papua masih sangat terbatas. Karena itu, YABTI mengambil langkah strategis dengan membawa anak-anak tersebut ke luar daerah agar memperoleh pendidikan yang lebih layak. Selain mendapatkan pendidikan formal, mereka juga dibina secara rohani, mental, dan karakter. YABTI turut menyelenggarakan berbagai kegiatan nonformal untuk memperkuat soft skills dan hard skills, seperti pengelolaan lahan hidroponik, pelatihan barista, kursus bahasa Inggris, musik, serta keikutsertaan dalam sekolah sepak bola,” ujar Ketua YABTI, Aji Sasongko, dalam perayaan HUT ke-21 di The Acacia Hotel, Minggu (15/2/2026).


Dalam sambutan refleksi perjalanan YABTI yang disampaikan oleh Bapak Piter Sianipar, dijelaskan bahwa YABTI didirikan oleh mantan pilot Capt. Zifky Priatelna. Pada awalnya, pelayanan ini bergerak melalui Aviation Community Ministry (ACM), sebelum kemudian berkembang dan menjangkau berbagai daerah, termasuk wilayah-wilayah terpencil di Papua.
Melalui program Love School dan House of Restoration (HOR), saat ini YABTI membina lebih dari 100 anak, di antaranya berasal dari Papua. Mereka mendapatkan pembinaan akademik maupun karakter, hingga siap untuk melanjutkan studi atau memasuki dunia kerja.

“Nilai kekekalan yang kita pegang adalah bagaimana setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Anak-anak Papua yang kami bina telah menunjukkan perkembangan yang luar biasa, ,” tambah Capt. Zifky dalam pesannya.

YABTI berencana untuk memperluas program ini dengan bekerja sama dengan berbagai mitra, agar lebih banyak anak-anak dari daerah terpencil di Indonesia bisa merasakan manfaat pendidikan berkualitas.

Reporter: Jemrif N

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *