SwaraBhayangkara.id – Bogor — Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti Desa Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal, Bogor, pada gelaran akad dan resepsi pernikahan pasangan Adinda Aminarti dan Deni, Minggu (2/11//2025). Acara yang berlangsung dengan nuansa adat Sunda ini dihadiri oleh keluarga besar, kerabat, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan dari berbagai daerah.
Adinda Aminarti — yang akrab disapa Dinda — merupakan putri dari pasangan Bapak Amir dan Ibu Asnah. Ibu Asnah diketahui adalah kakak dari Jefry Taha, salah satu jurnalis media SwaraBhayangkara.id. Sedangkan mempelai pria, Deni, adalah putra dari pasangan Bapak Komeng dan Ibu Popon.
Prosesi pernikahan dimulai dengan akad nikah yang berlangsung khidmat. Dengan balutan busana adat Sunda berwarna lembut, kedua mempelai tampak anggun dan gagah. Setelah ijab kabul diucapkan, suasana haru menyelimuti ruangan ketika keluarga serta tamu undangan memberikan doa restu kepada pasangan pengantin.
Usai akad, acara dilanjutkan dengan prosesi adat Sunda, seperti saweran, nincak endog, dan huap lingkung yang melambangkan harapan akan kehidupan rumah tangga yang harmonis, penuh kasih sayang, serta saling melindungi. Musik tradisional Sunda turut mengiringi prosesi tersebut, menambah suasana semakin sakral dan syahdu.
“Atas nama keluarga besar, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kerabat, sahabat, dan tamu yang telah hadir memberikan doa bagi kedua mempelai,” ujar Jefry Taha, jurnalis SwaraBhayangkara.id, yang juga turut hadir sebagai keluarga.
Acara resepsi berlangsung meriah namun tetap hikmat, dengan nuansa dekorasi bertema tradisional-modern yang memadukan unsur budaya Sunda dan sentuhan kekinian. Para tamu tampak menikmati sajian kuliner khas Sunda yang disiapkan panitia keluarga.
Pernikahan Adinda Aminarti dan Deni diharapkan menjadi awal yang indah dalam membangun rumah tangga yang penuh cinta, kebahagiaan, serta keberkahan.
“Semoga Dinda dan Deni menjadi pasangan yang sakinah, mawaddah, wa rahmah,” tutur salah satu tamu undangan mewakili keluarga.
Reporter: Johan Sopaheluwakan













